Cerita Tentang Perangko - Cerita Inspiratif

Staf di sebuah rumah jompo kebingungan ketika salah satu penghuni mulai berkumur dengan TCP. Mereka bertanya ada apa, tetapi ia hanya mengatakan bahwa telah terjadi sesuatu di kantor pos. Berikut adalah apa yang sebenarnya terjadi.

Wanita tua itu, yang jarang berani keluar, telah mengunjungi kantor pos untuk mengirim surat. Dia membeli perangko, dan karena ada antrian panjang di belakangnya ia melangkah ke samping. Dia meletakkan uang kembalian ke dalam tasnya, menjilat perangko dan meletakkannya di suratnya. Meskipun ia menekan dan memukul dan menjilati lagi, prangko tersebut tetap tidak mau menempel.

"Maaf, perangko ini tidak mau nempel," kata si wanita tua.

"Anda harus mengelupas kertas yang ada di belakangnya," jelas petugas.

Wanita tua itu pun memakai kacamatanya, berusaha selama beberapa detik untuk melepas kertas belakangnya – dan kemudian menjilat perangko itu lagi.

"Masih tidak mau lengket," sela wanita tua itu lagi.

"Ini perangko yang bisa nempel sendiri," kata sang pegawai pos.

"Tapi yang ini tidak mau menempel sama sekali – ada sesuatu yang salah dengannya," desak wanita tua itu.

"Yah, sekarang ia tidak bisa nempel karena tadi sudah Anda jilat sih...."

"Saya benar-benar bingung sekarang," kata si wanita tua.

"Berikan saja di sini dan saya yang akan mengeposkannya untuk Anda," kata si pegawai, dan berupaya mencari cara yang mudah untuk melanjutkan penjelasannya, "perangko baru ini tidak perlu dijilat lagi. Ini akan lengket sendiri sehingga menghemat waktu. Sudah ada semacam lemnya."

Wanita tua itu terus menatap kosong ke arah sang petugas.

"Dengar," kata petugas kantor pos yang mulai putus asa itu, "Bayangkan saja bahwa perangko-perangko ini sudah pernah dijilat orang sebelumnya..."

Mendengar ini si wanita tua segera bergegas keluar dari pintu dan menyeberang ke apotek.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan mengisi komentar atas posting yang telah Anda baca. Harap tidak melakukan SPAM atau menggunakan kata-kata kotor, jorok, menyinggung SARA, dsb. Terima kasih :)