Sang Penggali Parit - Cerita Inspiratif

Cerita Tentang Penggali Parit

Tampaknya cerita ini diadaptasi dari sebuah kisah nyata.

Sepasang suami-istri yang telah tua memutuskan untuk tinggal di pedesaan. Mereka berdiam di sebuah pondok kecil yang terisolasi dan menghadap ke arah suatu semak-semak kasar dan berbatu.

Suatu pagi sang istri melihat dari jendela ada seorang pria muda mengenakan pakaian kerja yang sedang berjalan ke arah semak, sekitar seratus meter jauhnya. Dia membawa sekop dan tas kecil, dan menghilang dari pandangan di balik rerimbunan semak-semak.

Sang wanita tidak mempedulikan lagi tentang hal itu, tetapi sekitar waktu yang sama keesokan harinya ia melihat orang itu lagi, membawa sekop dan tas kecil, dan kembali menghilang di balik semak-semak.

Sang istri melaporkan hal ini kepada suaminya, yang mengatakan dia mungkin seorang petani atau pengawas binatang liar yang sedang memasang jebakan, atau melakukan suatu pekerjaan lain di desa ini yang dianggap normal, sehingga tidak perlu khawatir.

Namun setelah beberapa kali melihat penampakan laki-laki muda dengan sekop itu selama dua minggu, si istri membujuk suaminya untuk berjalan-jalan – pagi-pagi sekali, sebelum pria muda itu tiba – ke balik rerimbunan untuk menyelidiki apa yang dilakukannya.

Di sana mereka menemukan sebuah parit yang panjang dan dalam, kasar dan tidak merata di satu sisi, menjadi makin rapi menuju ke ujung yang lain.

"Aneh," kata wanita tua itu, "Mengapa menggali parit di sini – dan di tanah berbatu yang begitu sulit?" Dan suaminya setuju.

Saat itu sang pemuda muncul – lebih awal daripada waktu yang biasa.

"Anda datang lebih awal," kata wanita tua itu, sambil menjelaskan rasa penasaran mereka, "Kami ingin tahu apa yang Anda lakukan – dan kita juga bertanya-tanya apa yang ada dalam tas ini."

"Aku sedang menggali parit," kata pemuda itu, berupaya memberikan penjelasan yang tepat, "Aku benar-benar belajar bagaimana cara menggali parit yang baik, karena dalam wawancara pekerjaan yang aku ikuti dikatakan bahwa pengalaman adalah penting – jadi aku sedang mencari pengalaman. Dan di dalam tas itu isinya adalah makan siangku. "

Dia akhirnya mendapat pekerjaan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan mengisi komentar atas posting yang telah Anda baca. Harap tidak melakukan SPAM atau menggunakan kata-kata kotor, jorok, menyinggung SARA, dsb. Terima kasih :)