Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2010

Wanita Tua dan Alat Bantu Dengar - Cerita Inspiratif

Cerita Wanita Tua Dan Alat Bantu Pendengaran
Seorang wanita tua memiliki alat bantu pendengaran yang terpasang tersembunyi di balik rambutnya. Seminggu kemudian ia kembali ke dokter untuk melakukan check up.

"Wah bagus sekali, sekarang saya bisa mendengar semuanya," lapornya dengan sangat gembira kepada sang dokter.

"Dan apakah keluarga Anda juga ikut merasa senang?" tanya dokter.

"Oh, saya belum memberitahu mereka," kata sang wanita tua, "Dan saya juga telah mengubah isi surat wasiat saya sampai dua kali..."

Pendeta dan Petani di Daerah Pelosok - Cerita Inspiratif

Kisah Pendeta dan Petani
Seorang petani tua yang tinggal di bukit pertanian yang kecil menempuh perjalalanan beberapa mil melalui salju membeku ke sebuah gereja kecil setempat yang lokasinya sangat terpencil untuk mengikuti kebaktian Minggu. Tidak ada orang lain yang ada di sana bersamanya, kecuali sang pendeta.

"Kayaknya percuma saja melanjutkan kebaktian ini – gimana kalo lebih baik kita kembali saja ke rumah kita yang hangat dan menikmati minuman panas?" tanya sang pendeta, sambil berharap mendapat reaksi setuju dari sang petani.

"Yah, aku hanya seorang petani sederhana," kata sang petani tua, "Tapi kalo aku pergi untuk memberi makan kawanan ternakku, dan jika hanya satu binatang saja yang datang, maka pasti tidak akan kubiarkan dia kelaparan."

Maka sang pendeta pun merasa agak malu dan memberikan pelayanannya – dengan ritual lengkap melibatkan lonceng, puji-pujian dan pembacaan doa, berlangsung selama beberapa jam dengan baik – dan akhirnya menyelesai…

Dokter dan Maling - Cerita Inspiratif

Kisah Dokter dan Pencuri
Seorang pria pergi mengunjungi dokter dan berkata "Dokter, saya ini sulit sekali menghentikan keinginan untuk mencuri."

Sang dokter menuliskan secarik resep tablet dan berkata, "Jika Anda tidak sembuh dalam beberapa minggu, maka maukah Anda membawakan saya sebuah televisi layar lebar?"

Ini bukanlah sebuah pelajaran tentang perilaku yang ideal, tapi sekadar sebuah ilustrasi lucu tentang pilihan – apakah akan mencoba untuk mengubah sesuatu, untuk menerimanya atau untuk secara aktif mendukungnya. Keputusan seperti itu biasanya memiliki dua titik acuan utama – kesulitan untuk berubah, dan implikasi etis dari situasi ini.

Kisah Tunanetra Yang Nekat - Cerita Inspiratif

Cerita Laki-Laki Buta Penyeberang Jalan
Seorang lelaki buta telah menunggu selama beberapa saat di tepi jalan yang ramai adanya seseorang yang akan menawarkan bantuan untuk membimbingnya menyeberang, ketika ia merasakan ada tepukan di bahunya.

"Maaf," kata si penepuk tadi, "Aku buta – bersediakah Anda membimbing saya menyeberang jalan?"

Si orang buta pertama tadi pun menggamit lengan orang buta kedua, dan mereka berdua pun menyeberang jalan.

Tampaknya ini adalah sebuah kisah nyata. Orang buta pertama adalah pianis jazz George Shearing. Konon setelah kejadian itu ia berkata, "Apa yang bisa kulakukan? Aku membawanya ke seberang dan itu adalah kegembiraan terbesar dalam hidupku."

Ada saat-saat ketika kita berpikir kita tidak bisa melakukan sesuatu dan tidak berani mengambil risiko. Namun tatkala dipaksa untuk mengambil risiko seringkali justru dapat membantu kita untuk mengurangi ketergantungan kita (pada orang lain, atau mekanisme keselamatan pribadi kita s…

Pelajaran dari Jenderal Amerika - Cerita Inspiratif

Cerita Tentang Para Prajurit Penggali Parit
Pada suatu ketika, di dekat medan perang lebih dari 200 tahun yang lalu, seorang pria berpakaian sipil sedang berkuda melewati sekelompok kecil prajurit yang tampak kelelahan karena pertempuran, yang sedang menggali sebuah parit penting untuk posisi pertahanan. Sang komandan, sama sekali tidak berusaha untuk membantu, tapi justru meneriakkan perintah, dan mengancam hukuman jika pekerjaan itu tidak selesai dalam waktu satu jam.

"Kenapa Anda tidak ikut membantu?" tanya orang asing yang menunggang kuda itu.

"Aku adalah penanggung jawab di sini. Dan orang-orang ini melakukan apa yang kukatakan kepada mereka," kata sang komandan, lalu ia melanjutkan, "Bantu saja mereka sendiri jika Anda merasa sanggup."

Namun sang komandan terkejut tatkala orang asing itu turun dari kudanya dan ikut membantu para tentara tadi sampai pekerjaan mereka selesai.

Sebelum pergi, orang asing itu mengucapkan selamat kepada para tentara atas …